[#38] [Story] Chronicle of Roldia 6 : Sambutan Penuh Kasih

Kami berjalan menembus orang-orang yang berlalu lalang. Orang-orang berlalu lalang tanpa mengenaliku. Namun sesekali beberapa di antara mereka berhenti dan member salam pada Abdul dan Kakak.

Baru kutahu kalau Kakak adalah panglima kanan dan Abdul adalah panglima kiri. Aku baru tahu karena orang-orang memanggil mereka demikian.

Akhirnya kami sampai di depan pintu gerbang istana besar yang terbuat dari tanah liat.

Pintu gerbang di depan kami terbuka perlahan. Terlihat di sana sosok seorang pria tua berperut buncit. Pria yang semula hanya berdiri menatapku dalam. Dia menyipitkan matanya. Raut wajahnya berubah. Riang.

Dia berlari, lalu memelukku.

“Nina, apakah kau ingat aku?”, isaknya sambil memelukku. Kumenggeleng. Lupa.

“Aku Edgar..”, dia adalah Edgar sang Pendongeng. Sosok yang selalu ceria dan selalu dapat membuatku terpingkal. Waktu itu usiaku masih 7 tahun. Walau sudah sepuluh tahun kulalui dengan nyeri di hati, mengingat kebersamaanku dengan Edgar membuatku kembali tersenyum. Walau tak lebar.

Abdac

Iklan

2 thoughts on “[#38] [Story] Chronicle of Roldia 6 : Sambutan Penuh Kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s