[#35] [Bisnis] Anjing pun Tak Bermuka Dua

Aku heran dengan apa yang terjadi di kantorku. Apapun yang pegawai bicarakan, kesalahan apapun yang pegawai lakukan, pasti Bos kami tahu. Aku mencurigai keberadaan seorang Judas di antara kami.

Para penjilat memang suka menjilati majikannya, namun anjing tidak pernah menjilati maling. Para penjilat lebih parah. Majikan dia jilat, para maling pun dia jilat. Anjing pun tak bermuka dua.

Aku kasian pada si munafik yang berkata A pada si A dan B pada si B. Kemunafikan dan ketidakjujuran akan berakibat fatal pada perkembangan dirinya. Menjilati atasan akan berakibat pada tidak berkembangnya kualitas diri. Karena ada barier yang dia ciptakan, yaitu dia atasan dan aku bawahan.

Kalau Aku. Aku selalu menganggap siapapun setara, aku dibanding orang besar, dan aku dibanding orang kecil. Setiap manusia setara. Dengan begitu aku tak akan bermuka dua, Bos salah kubilang salah, Bos benar aku tak akan komentar.

Dengan menyetarakan posisiku dengan Bos, aku akan berani mengkritiknya dan akan membangun kualitas dirinya. Seandainya, dia-pun berpikiran sama. Menyatarakan posisiku dengannya dan tidak mendiskreditkan kritikanku.

Mari berkembang bersama dengan menghindari kemunafikan.

Abdac

Iklan

7 thoughts on “[#35] [Bisnis] Anjing pun Tak Bermuka Dua

  1. baca tulisan ini saya jadi inget si tukang ngadu di tempat kerjaku
    beuhh, rasanya pengin kuhajar dia *ups, ekstrem
    padahal dia itu cowok, tp aku heran kok bermuka dua dan bermulut dua juga, sementara di depan kami sok alim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s