[#25] [Story] Chronicle of Roldia 1 : Menangis di Tengah Ladang Mayat

Kududuk termenung di antara ladang manusia tak bernyawa. Air mataku tak hanya menetes. Air mataku mengalir deras.

Tenggorokanku sakit menahan isak. Walaupun saat ini aku sedang menangis, namun hatiku berteriak-teriak melarangku menangis.

“PERCUMA MENANGIS! KAU HARUS MEMBALAS, KAU HARUS MEMBALAS MEREKA!”,

Aku benci kekerasan, namun ini adalah penjajahan, ini adalah pembantaian. Aku harus bangkit untuk melakukan pembalasan.

Tangan besar dan panjang itupun terulur. Dia tersenyum, membantuku untuk bangkit. Matanya menyala. Menyiratkan rasa sakit dan dendam.

“Ada waktunya… Akan tiba saat bagi kita untuk melakukan pembalasan.”, Dia berbisik padaku. Parau…

Abdac

Iklan

4 thoughts on “[#25] [Story] Chronicle of Roldia 1 : Menangis di Tengah Ladang Mayat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s