[#9] [Blogging] Momentum, Tulisanku dan Aku

Momentum adalah…

Aku sangat ingin membicarakan momentum. Berdasarkan wikipedia momentum adalah bla bla bla [Liat Sendiri].

Bukan momentum yang ini yang ingin aku bicarakan. Ini adalah tentang momentum menulisku. Aku menulis sebuah Serial yang berjudul “World of Next Generation” di blog ini. Dan jujur aku kesulitan dalam menyusun kalimat di dalamnya.

Something Missing tapi aku tidak tahu itu apa?

Dulu saat aku SMA aku dapat menulis tanpa melakukan edit kembali. Karena aku puas dengan kualitas tulisanku. Tulisanku mengalir begitu saja. Dan setelah kubaca lagi, yang harus kuperbaiki hanyalah kesalahan dalam pengetikan.

Naumn unutk WONG ada baynak seakli keslaahan yang hraus aku perbiaki. [Bisa baca yang barusan?]

Aku seringkali memperbaiki. Mulai dari susunan kalimat, pemilihan kata, hingga alur cerita. Oh damn… Ada yang salah. Tapi apa?

Gara-gara CoPas

Kambing hitamku jelaslah sistem CoPas. Dengan menggunakan cara ini aku sama sekali tidak berpikir. Tidak menulis. Dan karenanya aku kehilangan identitas tulisanku. Aku kehilangan gaya menulisku yang benar-benar kusukai. Aku kehilangan aliran kata yang dulu sempat aku rasakan.

Aku

Ternyata, apa yang hilang dari tulisanku adalah “Aku”. Aku kehilangan kata ini. Mas Falzart yang mengingatkanku. Dia berkomentar dalam salah satu post-ku (yang akan ku-edit lain kali), kalau dia tidak mengerti caraku menyusun kata. Kalau diingat-ingat, memang saat menulis post itu, aku benar-benar merasa kesulitan dalam menyusun kata.

Aku… sebuah kata bersudut pandang orang pertama. Hanya 3 huruf dan mempunyai arti yang sama dengan saya ataupun gue. Namun tanpa kata “aku”, aku kehilangan jati diri dalam tulisanku. Bayangkan, dalam sebuah posting, aku dapat menulis ketiga kata ganti orang pertama (aku,gue dan saya).

Seandainya Fiazku begitu menikmati gaya menulisnya dengan gue, maka aku lebih menikmati gaya menulisku.

Terima kasih pada orang-orang yang telah mendukungku dalam menulis konten original, karena tanpa kalian aku tidak mungkin menemukan kembali gaya menulisku yang sempat hilang.

And… bagi teman-teman yang membaca serialku, akan ada sedikit perombakan total di sana-sini. Karena perubahan sudut pandang orang ketiga menjadi orang pertama akan berpotensi besar mengubah seluruh isi cerita.

Kini aku telah menemukan “aku” dan bersama “aku”, aku akan mulai menulis dengan gayaku.

Iklan

15 thoughts on “[#9] [Blogging] Momentum, Tulisanku dan Aku

  1. hehehehehe. . .

    seperti itulah kala konsentrasi kita sedang buyak mas. . . πŸ˜‰
    belajar menulis memang tidak semudah belajar memasak ya? πŸ˜€

    aku,saya,gue?
    mungkin masih terbawa suasana kali ya mas. . . πŸ˜€
    yang penting tidak lhoe due end. πŸ˜†

    Salam Senyuum. . πŸ˜‰

  2. wahahahaha saya juga sering kehilangan arah dan tulisan yang tercetak banyak yang salah dan belepotan sana sini hehehehe, bahkan untuk gaya menulis syaa masih mencari dan melihat gaya menulis orang dan belum tahu gaya menulis saya seperti apa hahahaha

    walah saya belum baca nich “ketinggalan berita” heheheh nanti saya bacar dulu dan saya komentari yooo — last then tetep semangat untuk berkarya chayooooo \(^0^)/

  3. Tahu nggak, begitu saya baca posting ini, saya langsung melacak komentar mana yang dimaksud. Hahaha… ternyata komentar ini baru komentar saya yang ketujuh… πŸ˜† (dan saya masih bingung, komentar mana yang dimaksud :lol:)

    Jadi ingat dulu waktu awal-awal blogging, saya menggunakan kata ‘aku’, tapi setelah itu, ah rasanya itu nggak ‘Saya’ banget! Bukan gaya Falzart sehari-hari. Hehehe… sudahlah… Kalau saya sih, saya menulis apa adanya saya di blog saya karena itu adalah blog pribadi.

    Terus, Selamat ya Bang Yusuf telah menemukan ‘aku’-nya! πŸ˜€

  4. Haduh, kenapa gue ikut2 jadi patokon, makasi makasi fiazku di sebut2 kaya jailangkung *nyibakponi

    Sesuaikan dengan kesehariaana kalo keseharian pake ‘aku’ ya pake itu aja, contoh kecilnya kalo kita biasa pake kancut trus lupa pake g-sting kan ga enak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s