[#8] [Keluarga] Dulu Aku Bodoh namun kini Aku Menikah

Kucoba Mengingat

Aku mencoba mengingat kejadian paling menyenangkan dalam hidupku. Dan setelah aku berhasil mengingatnya, aku malah jadi bingung bagaimana mendeskripsikannya. Mungkin jutaan kata tidak akan bisa menterjemahkan bagaimana perasaanku saat itu.

Oh iya, AKU INGAT.

Ada satu kata yang bisa menterjemahkan jutaan kata itu. Kata ajaib itu bernama CINTA. C-I-N-T-A. 5 huruf yang tersusun rapi dan secara ajaib mengandung jutaan kata. Aku tidak tahu, sungguh-sungguh tidak tahu. Siapa yang pertama kali menemukan kata itu. Tapi, yang terpenting dari semuanya, kini aku tahu nama dari perasaan yang menyenangkan itu.

Kejadian paling menyenangkan dalam hidupku ada dua. Dua tahap yang tidak mungkin aku lupakan, pernikahanku dan juga kelahiran anak pertamaku.

Seorang Bodoh dan Tidak Berguna akhirnya Menikah

Satu hal yang paling kusesali adalah, kemana saja aku selama ini? Hidup bergerak sedangkan aku jalan di tempat. Senang-senang, buang-buang uang, malas-malasan. Membuang begitu banyak kesempatan emas hanya karena ego dan kemalasan. Betapa bodohnya aku tetap seperti itu selama 23 tahun. Ya benar, 23 tahun.

Haha… Aku ingin tertawa jika kuingat pengangguran ini saat itu mengatakan kalau pekerjaannya adalah (aku sedih mengatakannya). “Menunggu Warisan”. Sebenarnya aku katakan itu hanya sebagai candaan, tapi karena aku sering mengatakannya, candaan itu berubah menjadi hipnotis yang memalaskan.

Namun, semuanya berubah. Muncul keinginanku untuk berubah. Keinginan itu muncul saat pertama kali kutatap wanita berkerudung yang tingginya hanya sebahuku. Dia putih, cantik dan pekerja keras. Ya, namanya Eneng Siti Hanifah, dia adalah istriku sekarang.

Cinta itu buta. Dia yang pekerja keras, ceria, ramah, mau menerimaku yang notabene hanyalah seorang lelaki yang dari jarak 1 km pun sudah tercium betapa suram masa depannya. Satu tahun kurang satu bulan setelah kami berpacaran, akhirnya kami menikah. Ijab qabul dilakukan sederhana dan hanya berupa pengajian keluarga. Bukan karena “kuhamil duluan sudah tiga bulan”, tapi karena ingin berpegang pada ajaran Agama. Sedangkan resepsi pernikahan kami lakukan dua minggu kemudian.

Ijab qabul memang berjalan lancar. Tapi setelahnya, mataku kebanjiran. Aku menangis sejadi-jadinya. Kurasakan Cinta tulus seorang wanita Sholehah yang rela menikah dengan pria bodoh tak bermasa depan. Kurasakan rasa bahagia yang luar biasa. Perasaan yang timbul dari pengakuan dan penerimaan. Keberadaanku diakui, keberadaanku diterima. Saat itulah untuk pertama kalinya aku merasakan bukti Cinta tulus dari seorang wanita yang bukan Ibuku.

Aku jatuh Cinta

Saat Dia Datang ke Dunia

Hidupku cenderung sulit. Maklum, usaha kuliner kecil-kecilanku bangkrut hanya dua bulan setelah pernikahan. Namun dia tidak menyerah. Dia terus menyemangatiku. Walaupun kutahu pikirannya terbebani. Mentalnya tersakiti. Apalagi tak lama sejak bangkrutnya aku, dia keguguran.

Bakal calon anak pertama yang kunanti, hanya berupa segunduk daging merah di ruang operasi. Sedih, putus asa. Tapi, aku harus kuat, karena saat itu dia lebih tersakiti daripada diriku.

Dari Bandung, kuberpindah ke Garut, kuingin memperbaiki hidupku yang sedang berantakan. Kuingin meluncur dari keterpurukan, terbebas dari penderitaan.

Walaupun secara ekonomi hidupku tak membaik, namun di Garut, Istriku hamil kembali. Rasa tegang meliputi kami berdua selama sembilan bulan lamanya. Trauma akan keguguran membuat kami bekerja sama. Aku yang tak pernah mencuci, akhirnya mencuci. Aku yang selalu menghabiskan makanan, akhirnya rela membagi makanan. Istriku kubagi ati ampela sedangkan aku kuahnya.

Di tengah ekonomi sulit kami berusaha terus memberikan yang terbaik bagi si calon jabang bayi. Makanan bergizi yang berharga tinggi terpaksa kubeli. Walaupun dengan itu aku gigit jari karena tidak bisa merokok sebungkus sehari. Akhirnya dari ruang operasi sesar tangis anakku terdengar. Belum saatnya kuceritakan darimana kudapatkan uang untuk operasi sesar. Namun yang pasti, saat itu aku bahagia bukan kepalang. Aku akhirnya mempunyai keturunan.

Air mataku menetes tak terbendung saat tangis anakku berhenti ketika kukumandangkan adzan. Dia mendengarkanku. DIA MENDENGARKAN ADZANKU! Aku jatuh Cinta untuk kedua kalinya. Aku jatuh Cinta pada Lana Siti Aqiilah, anakku.

Dulu memang aku bodoh, aku tak memperhatikan umur yang tergerus waktu. Namun kini lebih dari 2 tahun kuberusaha memperbaiki hidupku. Membayar semua waktu yang terbuang olehku. Membayar semua penyesalan dengan kerja keras dan tekad pantang menyerah. Dan kini orang bodoh itu telah menikah, memiliki istri dan seorang anak perempuan yang cantik jelita. Memang secara ekonomi aku masih sulit, namun aku telah memiliki dua bongkah harta yang hanya bisa dideskripsikan dengan satu kata.

Yaitu CINTA.

Iklan

10 thoughts on “[#8] [Keluarga] Dulu Aku Bodoh namun kini Aku Menikah

  1. subhanallah bergetar diriku bang πŸ˜₯

    kalau bang abdac 1km bagaimana saya
    kalau bang abdac bisa mendapatkan 2 harta karun penuh makna <– semoga saya juga bisa mendapatkannya πŸ˜₯

    tetap semangat ya bang – ayo semangat… saya ingin kau semangat agar saya juga semangat meraih jalan bahagia seperti bang abdac nich

    salam untuk 2 cinta yang hadi dalam hidupmu bang – Semoga Allah SWT memberikan jalan terbaik untuk mu dan CINTAMU di dunia dan diakhirat…

    kau adalah seorang suami dan lebih dari itu kau adalah seorang Ayah dan lebih dari itu semua kau adalah seorang Hamba yang akan terus berjuang untuk hal yang sudah dipercayakan kepadamu –

    Bismillah – " ALLAHU AKBAR "

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s